Review Buku: Theory of Sex

 

Judul            Theory of Sex

Penulis         : Sigmund Freud

Halaman      : 146 Halaman

Penerbit       : Mitra Media Nusantara

Ukuran        : 14 x 20 cm

WHO?

    "Siapa sih penulis buku ini?"

    Sigmund Freud, para pengajar dan pelajar psikologi pasti sudah tidak asing dengan namanya, pria kelahiran 6 Mei 1856 di Freiberg, meninggal di London pada tanggal 23 September 1939 di usianya yang ke 83 tahun. Seorang pendiri psikoanalisis yang namanya akan sering ditemukan selama mempelajari bidang ilmu psikologi.

WHAT?

   "Sebenarnya buku ini menjelaskan tentang apa sih?"

   Seperti pada judulnya, Freud akan membahas mengenai seksualitas dan membagi pembahasan di buku ini menjadi tiga bagian, yaitu: Kontribusi I tentang penyimpangan-penyimpangan seksual, Kontribusi II tentang seksualitas masa kanak-kanak, dan Kontribusi III tentang transformasi pubertas.

    Pada bagian kontribusi I, Freud membuka dengan penjelasan mengenai objek seksual, yaitu pribadi yang menjadi sumber daya tarik seksual, dan tujuan dari seksual, yaitu tujuan yang hendak dicapai insting seksual. Dilanjutkan dengan penyimpangan seksual yang memiliki kaitan dengan objek seksual. Jika kita mengingat bahwa insting seksual biasanya mengarah pada hubungan antar pria dan wanita, kita akan bertanya-tanya ketika menemukan pria tertarik pada pria atau wanita tertarik pada wanita. Hal ini disebut Freud sebagai "orang yang memiliki ciri-ciri seksualitas terbalik", atau dalam istilahnya disebut invert.  Lanjut ke pembahasan mengenai penyimpangan yang berkaitan dengan tujuan seksual, dalam perilaku seksual yang kita sebut normal, yaitu pertemuan antara alat kelamin pria dan wanita, juga memiliki kecendrungan menyimpang, yang biasa kita sebut dengan perversi. Pada bagian ini akan banyak membahas penyimpangan seksual mulai dari penggunaan lubang anus, sampai dengan sadisme.

    Lanjut pada bagian kontibusi II, seksualitas masa kanak-kanak, pada masa kecil kita akan mengalami berbagai macam hal-hal lalu akan lupa pada masa selanjutnya, hal tersebut dapat disebut dengan amnesia infantil. Keadaan tersebutlah yang nantinya dapat berkaitan dengan kehidupan seksual masa selanjutnya (remaja/dewasa), maka dari itu masa kanak-kanak merupakan faktor penting bagi perkembangan seksualitas. Pada masa ini, kita melakukan manifestasi seksualitas infantil dengan mengisap ibu jari kita, di mana kenikmatan ini sering kali digabung dengan gerak menggosok bagian tubuh sensitif, seperti buah dada atau organ kelamin, hal tersebut lah yang nantinya dapat beralih menjadi suatu tindakan masturbasi. Bagian ini akan dilanjutkan dengan pembahasan mengenai investigasi seksual dan sumber-sumber seksualitas pada masa kanak-kanak.

        Bagian terakhir, kontribusi II mengenai transformasi pubertas, pada masa ini terdapat perbedaan antara pria dan wanita. Tujuan seksual pada pria adalah melepaskan produk-produk seksualnya untuk mencapai kesenangan atau kenikmatan, pada wanita perkembangan tersebut menampakan sedikit kemunduran dibandingkan dengan laki-laki. Perbedaan pria dan wanita juga tertetak pada erogenous zone mereka, wanita ada pada klitoris, dan laki-laki ada pada penis. Pada masa ini, organ tubuh akan mulai berkembang dan akan mulai membentuk suatu keadaan yang disebut sebagai pembangkitan gairah seksual atau sexual excitation, yaitu timbulnya perasaan tegang yang aneh, dan diikuti dengan ereksi penis atau aktivitas kelenjar vagina. Penjelasan akan dilanjutkan dengan bagaimana terbentuknya objek seksual dan kecemasan yang dapat terjadi serta akibat-akibat dari seleksi objek infantil.

WHY?

  "Kenapa sih harus beli buku ini?"

    Buku ini akan menarik untuk orang-orang yang sedang belajar mengenai psikologi khususnya pada bagian seksualitas, akan dapat berguna juga bagi pengajar atau orang tua yang memiliki tujuan untuk membangun seksualitas pribadi yang sehat dan normal. Namun, saya rasa penjelasan pada buku ini hanya sebagai gambaran saja, tidak akan terlalu detail, maka dari itu cukup bagus untuk pengantar saja. Untuk yang baru belajar pun tidak perlu khawatir karna buku ini memiliki glosarium di halaman akhir, dan penjelasan di buku ini juga tidak membingungkan, selalu ada footnote yang menjelaskan tiap istilah atau teori yang digunakan.

HOW?

   "Bagaimana kesan setelah membaca buku ini?"

  Harus kita ingat bahwa buku versi asli dikeluarkan pada tahun 1939 dan pertama kali diterjemahkan ke bahasa Indonesia pada tahun 2003, sehingga mungkin selama membaca kita dapat merasa pembahasannya kurang up to date dibandingkan dengan kondisi perkembangan kehidupan seksualitas pada saat ini. Namun, mungkin buku ini akan cukup membantu atau menarik bagi orang-orang yang baru mulai kuliah/belajar mengenai psikologi.

Komentar

BACA JUGA DI SEMESTADHIA