Review Film: A Star is Born (2018)

 


Judul                           : A Star is Born

Tahun                          : 2018

Durasi                         : 2 jam 14 menit

Sutradara                    : Bradley Cooper

SINOPSIS

    Film ini merupakan film remake ketiga, dari film pertamanya di tahun 1937, 1954, dan remake terakhir di 1967. Mengisahkan tentang kisah cinta antara Jackson Maine (diperankan oleh sang sutradara, Bradley Cooper) seorang penyanyi terkenal, dan Ally (Lady Gaga) seorang wanita biasa yang memiliki potensi luar biasa dalam bernyanyi.

    Kisah mereka diawali ketika Jackson menyelesaikan konsernya dan memilih untuk singgah terlebih dahulu ke sebuah bar. Di sana lah Ia bertemu dengan Ally dan mendengar suara emasnya. Sejak saat itu mereka mulai bertemu lagi, sampai pada satu saat Jackson mengajak Ally datang ke konsernya dan menyanyikan lagu ciptaan Ally.

    Semua berjalan manis, Ally memulai karirnya sebagai penyanyi dan Jackson yang hidupnya mulai berwarna karna kehadiran Ally. Namun, semua manis berangsur sirna, konflik mulai terlihat mulai dari perbedaan pendapat mereka mengenai musik sampai dengan dampak dari kecanduan alkohol Jackson. Bagaimana pun konflik yang terjadi, Jackson dan Ally selalu tau bahwa pada dasarnya mereka saling mencintai dan membutuhkan satu sama lain.

REVIEW

    Kita akan dibawa bahagia, sedih, bahkan marah selama menonton film ini berkat chemistry antara Jackson dan Ally yang sangat kuat. Didukung dengan lagu-lagu yang dibawakan oleh mereka, emosi kita akan semakin larut dalam film ini. Film ini memiliki alur awal yang sama seperti film-film romance kebanyakan, namun memiliki plot twist yang cukup tidak tertebak.

SPOILER TALK

    Setelah dibawa berbunga-bunga karna kedekatan antara Jackson dan Ally, kita harus dibawa kecewa dengan sikap Jackson saat Ally diberikan tawaran di sebuah label musik dan sikap Ally pada Jackson. Namun setelah kekecewaan itu, kita kembali dibawa bersedih saat Ally memenangkan award, saat yang berharga itu harus hancur dikarenakan efek alkohol Jackson yang merusak suasana bahkan nyaris menghancurkan karir Ally.

    Kita dibawa bahagia lagi ketika Jackson kembali membaik dari rehabilitas, namun tidak berjalan lama, lagi-lagi harus kembali marah dan bersedih, jangan lupa siapkan tisu karna ini sangat tidak terduga. Ally ingin bernyanyi di panggung lagi bersama Jackson, Jackson yang awalnya kurang setuju akhirnya setuju untuk menyusul Ally, namun tiba-tiba saja manager Ally datang dan membeberkan tentang kondisi karir Ally akibat Jackson saat award. Scene yang akan luat biasa menyedihkan, ketika Ally menanti kehadiran Jackson, namun di lain tempat Jackson terpukul dan merasa membebani Ally, sampai Ia memilih untuk mengakhiri hidupnya.

    Film ini ditutup dengan Ally yang bernyanyi lagu cinta buatan Jackson "I'll Never Love Again", dan selamat ber-galau ria selama scene tersebut.

Komentar

BACA JUGA DI SEMESTADHIA