Review Buku: Guns, Germs, and Steel (Bedil, Kuman, dan Baja)


Judul            : Guns, Germs, and Steel (Bedil, Kuman, dan Baja)

Penulis         : Jared Diamond

Halaman      : 634 Halaman

Penerbit       : KPG (Kepustakaan Populer Gramedia)

Ukuran        : 15 x 23 cm

WHO?

    "Siapa sih penulis buku ini?"

    Jared Diamond, profesor geografi di University of California, Los Angeles. Diamond terkenal dengan 5 bukunya; The Third Chimpanzee (1991), Guns, Germs, and Steel (1997), Why Sex is Fun? (1997), Collapse (2005) dan The World Until Yesterday (2012). Kali ini yang akan saya bahas adalah karya keduanya yaitu Guns, Germs, and Steel atau pada buku translate-nya disebut Bedil, Kuman, dan Baja.

  Karir Diamond diawali dari menjadi ilmuwan fisiologi, lalu beralih menjadi ornithologist atau ahli burung dan ekologi, dan yang terbaru saat ini sebagai ahli sejarah peradaban yang memiliki kaitan dengan faktor lingkungan.

WHAT?

   "Sebenarnya buku ini menjelaskan tentang apa sih?"

   Buku ini akan menjelaskan kita mengenai sejarah peradaban manusia, bagaimana proses persebaran manusia sehingga dapat membuat keragaman seperti saat ini. Awal mula ide buku ini adalah pada Juli 1972, saat Diamond melakukan penelitian di Papua Nugini mengenai burung dan bertemu dengan seorang politikus di sana, Yali. Yali bertanya pada Diamond “Kenapa kalian orang kulit putih membuat begitu banyak barang berharga dan membawanya ke Papua, tapi kami orang kulit hitam memiliki begitu sedikit barang berharga sendiri?”. Kalau dalam bahasa inggrisnya, “Why is it that you white people developed so much cargo, but we black people had little cargo of our own?”. Cargo yang dimaksud oleh Yali di sini adalah barang-barang yang dibawa oleh orang kulit putih seperti kapak baja, korek api, payung, sampai dengan obat-obatan, pakaian, minuman ringan.

   Pertanyaan Yali secara konteks mungkin mewakilkan banyak pertanyaan orang di dunia ini, kenapa bisa perkembangan manusia di bumi ini tidak merata? Kenapa ada yang sudah lebih maju secara ekonomi dan peralatan, lalu ada yang belum? Buku ini akan mencoba menjawab pertanyaan tersebut. Diamond merangkum hasil bukunya dengan satu kalimat, "Sejarah berbagai suku bangsa mengikuti alur berbeda-beda karena adanya perbedaan pada lingkungan berbagai suku bangsa itu, bukan karena adanya perbedaan biologis suku-suku bangsa itu sendiri".

    Diamond membuka dengan bagaimana awal peradaban dimulai dimana pada beberapa benua memperoleh kesempatan untuk berkembang lebih awal dari pada benua lainnya yang disebabkan faktor geografis pada tiap benua berbeda-beda. Dilanjutkan dengan benturan antar suku-suku bangsa di dunia, yang mana salah satunya di Cajamarca bentrokan antara Inka, pasukan Atahuallpa dengan Spanyol, pasukan Fransisco Pizzaro pada 16 November 1532.  Pizzaro saat itu hanya memiliki 168 prajurit sedangkan pasukan Atahuallpa memiliki 80.000 orang. Namun yang terjadi ternyata Inka dikalahkan oleh Spanyol. Selain karna kecerdikan Pizzaro mengatur strategi sedemikian rupa, Spanyol juga saat itu datang dengan membawa kuda dan senjata baja serta bedil. Sedangkan pada saat itu, pasukan Atahuallpa belum memiliki senjata sedemikian rupa dan belum mendomestikasi kuda.

    Pada bagian selanjutnya Diamond menjelaskan faktor-faktor yang dapat menjawab mengapa pasukan Pizzaro dapat memenangkan pasukan Atahuallpa. Faktor-faktor tersebut antara lain, persebaran produksi pangan di berbagai benua, domestikasi tumbuhan dan satwa liar, serta perkembangan kuman (germs). Secara lokasi geografis, kumpulan tumbuhan dan satwa liar pada tiap tempatnya akan berbeda-beda, perbedaan tersebutlah yang menjadi alasan mengapa bisa ada daerah yang menjadi pusat produksi pangan dan mengapa pada beberapa daerah, produksi pangan muncul lebih awal dibandingkan dengan daerah lainnya. 

    Selesai dengan penjelasan mengenai hal-hal tersebut, Diamond lanjut dengan penjelasannya mengejai bagaimana evolusi kuman, tulisan, teknologi serta pemerintahan dan agama. Dilanjut dengan sejarah berbagai bangsa-bangsa yaitu Australia, Papua, Asia Timur, sejarah ekspansi Austronesia, Erasia, Amerika, serta Afrika.

WHY?

  "Kenapa sih harus beli buku ini?"

    Buku ini akan cocok dengan kita yang sedang mempelajari sejarah dunia dan memiliki pertanyaan yang sama dengan Yali, karena buku ini akan memberikan kita ilmu baru yang lebih dalam terkait bagaimana persebaran suku-suku bangsa dapat terjadi, serta serjarah berbagai suku bangsa.

HOW?

"Bagaimana kesan setelah membaca buku ini?"

  Kesannya akan menjadi agak subjektif, karena saya sendiri sangat menyukai sejarah, jadi buku ingin merupakan angin sejuk untuk saya (serta menjadi buku non-fiksi pertama yang sama baca). Yang menarik di sini adalah pembawaan Diamond yang cukup terampil dalam menjelaskan sehingga kita pembaca dapat dengan mudah memahami apa yang ia jelaskan. Di luar dari itu, hasil dari terjemahan KPG oleh Hendarto Setiardi dan Damaring Tyas Wulandari Palar juga cukup baik sehingga tidak keluar dari penjelasan aslinya dalam bahasa inggris.

    Namun memang kalau kita coba bandingkan dengan versi bahasa inggris (saya sempat lihat sedikit beberapa halaman buku versi bahasa inggrisnya), memang akan terasa jadi berbeda pembawaannya, (mungkin memang karna berbedaan bahasa?).

   Buku ini sempat menuai kritik, apakah iya manusia selamanya akan bergantung pada determinisme geografis? Jawabannya mungkin bisa kita temukan pada buku selanjutnya, Collapse tertang runtuhnya beradaban-peradaban di dunia.

Komentar

BACA JUGA DI SEMESTADHIA