Hidup Dalam Penjara Duri
Kepedihan adalah bagian dari hidup, bagian yang tidak
akan terpisahkan dari kebahagiaan. Bahkan kepedihan lah yang akan mengajarkan
kita bagaimana caranya sampai pada kebahagiaan sejati.
Namun, terkadang pedih menguasai hidup hingga kebahagiaan seolah hanya sebuah kata yang maknanya semu, bahkan tiada. Pedih terus datang silih berganti, tidak mengenal waktu.
Tiap duri yang ditanamkan akan selalu menumbuhkan
kepedihan yang akan terus melekat pada jiwa dan raga hingga hari esok dan seterusnya.
Tiap detik di hidup selalu terlihat bahagia, namun nyatanya hanya berpura-pura.
Sungguh lelah, ingin sekali tertidur dan tidak kembali membuka mata, namun raga tetap memaksa untuk kembali bangun dan kembali tertikam duri kehidupan selanjutnya.
Senyuman itu, senyuman yang selalu diperlihatkan pada
semesta, guna menutupi jutaan duri yang tak kunjung pergi, bahkan takkan pernah
pergi.
Inilah kehidupan, dalam penjara duri.
Namun, terkadang pedih menguasai hidup hingga kebahagiaan seolah hanya sebuah kata yang maknanya semu, bahkan tiada. Pedih terus datang silih berganti, tidak mengenal waktu.
Tiap detik di hidup selalu terlihat bahagia, namun nyatanya hanya berpura-pura.
Sungguh lelah, ingin sekali tertidur dan tidak kembali membuka mata, namun raga tetap memaksa untuk kembali bangun dan kembali tertikam duri kehidupan selanjutnya.
Inilah kehidupan, dalam penjara duri.

Komentar
Posting Komentar